Wednesday, June 4, 2008

Hubb...Ilahi


Firman Allah Ta'ala (ertinya):

"Dan diantara manusia ada orang-orang yang mengangkat sembahan-sembahan
selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mencintai Allah. Adapun
orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah." (Al-Baqarah: 165)

"Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara,
isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang
kamu khuatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu
sukai; itu lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan
(daripada) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan
keputusan-Nya."." (Bara'ah/At-Taubah: 24)

Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Anas Radhiyallahu 'anhu, bahwa
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Ada tiga perkara, barangsiapa terdapat dalam dirinya ketiga perkara
itu, dia pasti merasakan manisnya iman, iaitu Allah dan Rasul-Nya lebih
dicintainya daripada yang lain; mencintai seseorang tiada lain hanya
kerana Allah; dan tidak mahu kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan
Allah darinya sebagaimana dia tidak mahu kalau dicampakkan ke dalam
api."

Dan disebutkan dalam riwayat lain: "Seseorang tidak akan merasakan
manisnya iman, sebelum…" dst.

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ibnu 'Abbas Radhiyallahu 'anhuma, bahawa ia
berkata:

"Barangsiapa mencintai seseorang kerana Allah, membenci seseorang
kerana Allah, membela seseorang kerana Allah dan memusuhi seseorang kerana
Allah, maka sesungguhnya kecintaan dan pertolongan dari Allah hanyalah
bisa diperoleh dengan hal tersebut. Dan seorang hamba tidak akan
menemukan rasa nikmatnya IMAN, sekalipun banyak shalat dan shiyamnya, sehingga
dia bersikap demikian. Persahabatan di antara manusia pada umumnya
didasarkan atas kepentingan dunia, namun hal itu tidak berguna sedikitpun
bagi mereka."


Kandungan tulisan ini:

Tafsiran ayat dalam surah Al-Baqarah. Ayat ini menunjukkan barangsiapa
mempertuhankan selain Allah dengan mencintainya seperti mencintai Allah
maka dia adalah musyrik.

Tafsiran ayat dalam surah Bara'ah/At-Taubah. Ayat ini menunjukkan bahwa
cinta kepada Allah dan cinta kepada yang dicintai Allah wajib
didahulukan di atas segala-galanya.

Wajib mencintai Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam lebih daripada
kecintaan terhadap diri sendiri, keluarga dan harta benda.

Pernyataan "tidak beriman", bukan berarti keluar dari Islam, (tetapi
artinya ialah tidak beriman sempurna).

Bahawa IMAN ada rasa manisnya, kadangkala dapat diperoleh seseorang dan
kadangkala tidak.

Disebutkan empat sikap yang merupakan syarat mutlak untuk memperoleh
kewalian dari Allah, dan seseorang tidak akan menemukan rasa nikmatnya
iman kecuali dengan keempat sikap itu.

Pemahaman Ibn 'Abbas terhadap realiti, bahawa hubungan persahabatan pada
umumnya didasarkan atas kepentingan duniawi.

Tafsiran ayat: "... dan terputuslah segala hubungan antara mereka sama
sekali." Ayat ini menunjukkan bahwa kecintaan dan kasih sayang yang
telah dibina orang-orang musyrik di dunia akan terputus sama sekali ketika
di akhirat, dan masing-masing dari mereka akan melepaskan diri darinya.

Ancaman terhadap seseorang yang kedelapan perkara tersebut di atas
(orang tua, anak-anak, saudara, isteri, kaum keluarga, harta kekayaan,
perniagaan dan tempat tinggal) lebih dicintainya daripada agamanya.

Memuja selain Allah dengan mencintainya sebagaimana mencintai Allah,
itulah syirik akbar.

Dikutip dari buku: "Kitab Tauhid" karangan Syaikh Muhammad bin Abdul
Wahhab.Penerbit: Jabatan Kerjasama Da'wah dan Bimbingan Islam, Riyadh
1418 H.

No comments: